Messy House

Bukan. Ini bukan tentang rumah Lionel Messi, pemain bola Barca asal Argentina itu.

Mungkin sudah pada umumnya, rumah yang didiami anak kecil akan selalu berantakan. Pun demikian dengan rumah kecil kami. Agaknya memang keceriaan selalu berdampingan dengan ketidakteraturan. Apalagi dengan dua anak bayi di rumah dan si kakak memang sedang dalam usia yang mulai bereksplorasi dengan setiap hal yang dijumpai.

Alhasil hampir tidak ada hari di mana rumah kami akan tertata rapi, ada saja barang-barang yang berserakan tidak pada tempatnya. Tidak hanya mainan anak-anak saja, tapi hampir barang apa pun. Karena bagi anak-anak setiap barang adalah mainan, barangkali. Memang di rumah kecil ini hanya kami berempat: saya, istri, dan dua batita, tanpa adanya tenaga tambahan (ART).

Mengatur waktu mengurus rumah memang menjadi tidak mudah, kami lebih jarang mengepel (dibandingkan awal-awal mendiami rumah ini yang setiap hari pasti dipel), lebih jarang menyirami taman (sampai-sampai beberapa tanaman telah mengering), dan lain sebagainya. Awalnya memang tidak mudah menerima keadaan seperti ini. Tapi nampaknya salah satu cara bahagia adalah acceptance, menerima kondisi kita dan kemudian best effort berusaha seoptimal mungkin.

Paling tidak keberantakan ini menjadi sarana belajar bagi si kecil. Semoga.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s