Salah Naik Kereta?

Beberapa waktu yang lalu rekan kantor saya menceritakan hal yang lucu sekaligus menyedihkan. Jadi ini adalah kisah nyata yang ia alami sendiri, sebut saja kak U.

Hampir setiap akhir pekan kak U ini pulang ke rumahnya di Bandung dari tempat kerjanya di Jakarta. Maka pada libur agak panjang di tahun baru ia pun menyempatkan untuk pulang ke Bandung di hari Jumat sore dengan moda transportasi kereta, Argo Parahyangan dari Gambir.

Sesampainya di Gambir menjelang jam 5 sore jadwal kereta berangkat, segeralah ia naik ke kereta yang sudah menunggu dan menduduki kursi sesuai nomor yang tertera di karcis. Tak berapa lama ia duduk, terdapat penumpang lain yang menyapa dan menanyakan nomor tiket ke kak U karena nomor kursinya diduduki. Karena merasa duduk di kursi yang benar, maka isenglah ia tanyakan “eh benar kan ini Argo Parahyangan ke Bandung?”. Dijawab oleh penumpang yang lain “bukan, ini ke Surabaya” !!!

Lemaslah kak U seketika karena saat itu juga kereta sudah berangkat…

Padahal sejak naik ke kereta itu, ia sangat yakin Argo Parahyangan yang benar, ada stewardess dengan seragam yang sama, interior yang hampir sama (meskipun kursi di gerbong yang ia masuki berbeda dengan GoPar biasanya, tapi ditengok di gerbong depan menggunakan kursi yang ada di GoPar), hanya saja bedanya ia menemukan selimut (dan ia mengira mungkin saja ada improvement untuk kereta GoPar).

Sontak setelah tergusur oleh pemilik kursi yang sah dan kereta telah berangkat, maka kak U beranjak untuk menanyakan solusinya kepada petugas berwenang. Awalnya ia menanyakan lebih dulu ke cleaning service yang ia temui, di stasiun terdekat mana ia dapat turun dan melajutkan naik Argo Parahyanhan yang benar. Ternyata stasiun terdekat di mana ia dapat turun adalah di stasiun Cirebon !!!

Maka sementara kak U menunggu di gerbong makan, ia bertukar pesan dengan rekan kantor yang lain (sebut saja kak J), apakah ia harus menginap di Cirebon atau mungkin masih ada kereta tersisa dari Cirebon ke Bandung. Sebelumnya sang petugas telah memberi opsi untuk nanti turun di Bekasi sehingga bisa naik Argo Parahyangan yang benar. Hasil pencarian kak J ternyata menunjukkan kalau masih ada kereta dari Cirebon ke Bandung sekitar jam 9 pagi, tersisa beberapa tiket saja.

Sementara kak U menimbang-nimbang apakah ia akan memutuskan untuk membeli tiket dari Cirebon atau tidak, ia melihat kereta sudah akan mendekati Bekasi sementara petugas kereta tak kunjung datang. Tak berapa lama sang petugas kereta mengajak kak U untuk pindah ke gerbong paling depan & bersiap-siap turun di stasiun Bekasi. Jadilah ia membawa barang yang lumayan banyak melintasi gerbong-gerbong yang sudah dipenuhi penumpang yang melihat ke arahnya.

Kereta semakin mendekati Bekasi, tapi belum juga melambat. Petugas pun juga bergumam “seharusnya sebentar lagi kita berhenti sih…”. Kereta jurusan Surabaya itu pun kemudian berhenti agak mendadak, dan dengan pengeras suara diumumkanlah ke seluruh penjuru kereta bahwa mereka terpaksa berhenti di Bekasi karena ada penumpang yang salah naik. Semakin malu lah kak U kita ini.

Berikutnya dengan aman kak U turun di stasiun Bekasi dan menantikan kereta Argo Parahyangan yang semestinya ia naiki, dengan perlakuan spesial ditemani oleh petugas stasiun. Agar tidak salah naik kereta lagi, katanya.

🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s