Underperformed Team?

Untuk maintain sertifikasi PMP, kami diharuskan keep learning khususnya mengenai project management. Salah satu caranya adalah dengan mengikuti webinar untuk menambah point PDU.

Webinar kali ini adalah mengenai under-performed team. Gampangnya, misal kita sudah di posisi management dan punya tim, tapi kita merasa tim kita kok tidak menunjukkan kinerja sesuai ekspektasi kita, kira-kira apa yang salah ya?

Menurut Shawn Stratton, semua berawal ketika memilih anggota tim. Proses seleksi anggota tim baru harus juga mempertimbangkan aspek interpersonal skill berikut :
1. Coachability
2. Emotional Intelligence
3. Motivation
4. Temperament

Dan ketika dilakukan polling di tengah webinar, para peserta polling menjawab bahwa di antara keempat hal tersebut, Emotional Intelligence-lah yang paling penting.

Tapi, kira-kira mengapa ya anggota tim kita under-performed?
Terdapat 2 alasan utama, yakni : karena individu-nya sendiri, dan karena organisasi.


Alasan-alasan yang berasal dari individu itu sendiri antara lain kurangnya hal-hal berikut:
– Ability
– Skills gap
– Motivation
– Desire and Commitment
– Expectation

Sedangkan alasan-alasan yang berasal dari organisasi antara lain:
– Systems
– Expectations
– Resources
– Leadership

Pada dasarnya, rekan-rekan kita yang underperformed dapat dikategorikan lagi:
1. Yang mau perform tapi tidak bisa (Will do but can’t do), seringnya disebabkan karena kurangnya kemampuan atau pengetahuan, atau juga sering membuat kesalahan
2. Yang bisa perform tapi tidak mau (Can do but won’t do), seringnya karena kendala-kendala motivasi, kinerja yang tidak konsisten, suka mengeluh / komplain.

Bisa juga underperformance itu sebenarnya disebabkan oleh perilaku pemimpinnya sendiri, seperti:
1. Good performance feels like punishment (give good performer more work, more difficult & unpleasant jobs, not monetarily reward the good performer). Jadi yang bekerja dengan baik malah seolah-olah diberikan hukuman, dengan diberi beban lebih berat, atau tidak diberi kompensasi sesuai bobot pekerjaannya.
2. Reward non performance. Jadi anggotanya yang tidak perform malah diberi reward lebih, jadi yang sebenarnya punya potensi perform malah jadi demotivasi.
3. Obstacle cannot be controlled by team members. Yang ketiga ini lebih ke hal-hal di luar kontrol tim, kendala-kendala dalam organisasi. dll.

Semoga bermanfaat.

Sumber : https://www.projectmanagement.com/videos/331986/Managing-Underperforming-and-Unmotivated-Employees

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s