Menyoal Revolusi Mental

Beberapa waktu yang lalu Indonesia merayakan pesta demokrasi yang datang lima tahun sekali. Tanggal 9 Juli 2014 adalah hari dimana dilakukan Pemilihan Presiden secara langsung oleh seluruh rakyat Indonesia yang merupakan kali ketiga dilaksanakan oleh negara ini.

Salah satu hal yang layak ditandai dalam pilpres tahun ini adalah antusiasme tinggi rakyat dalam berpartisipasi di dalamnya. Meski diwarnai banyak intrik politik dalam kampanye menjelang 9 Juli, tapi inilah bentuk pendidikan demokrasi yang diajarkan pada rakyat Indonesia. Siapapun yang menang haruslah kita junjung sebagai presiden pilihan rakyat, dan yang kalah pun harus legowo menyatakan kekalahannya.

Calon presiden nomor 2, Joko Widodo, adalah sosok yang fenomenal dengan segala sepak terjangnya. Dua periode memimpin Surakarta, dua tahun memimpin DKI Jakarta dan kini mencalonkan diri (atas amanat partainya – PDI Perjuangan) menjadi calon presiden ke-7 negara ini. Meskipun banyak pemberitaan buruk mengenai beliau, rakyat mengenal pak Joko Widodo sebagai pemimpin yang merakyat.

Salah satu konsep yang menarik yang diusung oleh tim nomor 2 tersebut adalah adanya revolusi mental (videonya dapat anda saksikan di atas). Revolusi adalah perubahan yang dilakukan secara cepat dan dalam waktu yang relatif singkat. Memang menurut saya, bangsa ini memerlukan perbaikan mental di semua sisi untuk memiliki pribadi Pancasila yang kuat dan berwawasan kebangsaan.

Revolusi mental bukanlah sekedar propaganda pemerintah untuk cuci otak rakyatnya, tetapi adalah kegerakan perubahan pola pikir dan budaya pribadi warga negara Indonesia. Perubahan untuk Indonesia yang lebih baik.

Beberapa waktu yang lalu saya pulang ke rumah untuk membuat SIM baru di Polantas. Nampaknya sudah menjadi budaya bahwa membuat SIM adalah mahal karena diharuskan untuk “titip” dan sudah menjadi pola pikir bahwa mengikuti yang benar pasti dipersulit. Memang di semua titik harus diperbaiki mulai dari sistem dan proses kerja di dalamnya, tapi yang pertama harus diubah dan paling mudah adalah diri kita sendiri untuk mengikuti proses yang benar. Kalau bukan kita siapa lagi, kalau bukan sekarang kapan lagi. Mari kita mulai revolusi mental dalam diri kita.
MERDEKA.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s