Dolan ke Belitung

Selamat datang di Belitung

Beberapa waktu yang lalu saya mengikuti acara kantor di pulau Belitung (bagian dari provinsi Bangka-Belitung) dimana pak Ahok menjadi bupatinya beberapa tahun sebelumnya.
Ini pertama kalinya saya ke pulau yang diberitakan indah ini. Begitu pun dengan beberapa rekan lainnya.


Bandara Tanjung Pandan Belitung

Hari Rabu 12 Februari kami tiba di bandara Tanjung Pandan dengan cuaca cerah, mungkin cenderung panas.
Kami segera menuju ke hotel yang langsung menghadap ke pantai.
Acara hari itu dihabiskan dengan pekerjaan kantor terlebih dahulu.

Hari berikutnya kami sudah bersiap lagi untuk aktivitas di tengah laut seharian.

Dermaga tempat berlabuh

Dengan menggunakan perahu bermotor kami mengitari kepulauan di sekitar Belitung.
Yang pertama ditunjukkan oleh tour guide adalah pulau Batu Garuda dimana terletak susunan batu yang sedemikian rupa sehingga membentuk kepala Garuda (atau mungkin burung biasa πŸ˜€ )

Batu Garuda

Yang berikutnya adalah pulau Batu Berlayar, dimana susunan batunya di atas pulau sehingga seolah-olah batu itu berlayar.
Sayangnya saya tidak mendapat foto yang bagus dari objek ini.
Di tempat ini kami turun sebentar untuk berfoto-foto ria.

Batu Berlayar

Tempat berikutnya adalah pulau Burung yang ternyata adalah pulau pribadi seseorang atau milik suatu perusahaan, dilihat dari papan nama di depannya.
Menjelang pulau ini kita bisa melihat susunan batu yang nampak seperti burung (juga).

Burung

Papan Nama Pulau Burung

Perahu berlabuh di Pulau Burung

Destinasi selanjutnya adalah pulau Lengkuas dimana kami beristirahat makan siang di sini.
Di pulau ini terletak mercusuar peninggalan Belanda yang mejulang tinggi dan sepertinya sudah jarang beroperasi.

Pulau Lengkuas

Mercusuar

Beberapa di antara kami naik sampai ke atas mercusuar, termasuk saya, untuk melihat-lihat pemandangan pulau-pulau dan laut dari atas.

Bagian yang meneluk di pantai Pulau Lengkuas

Panorama dari atas mercusuar

Setelah puas makan siang, kami berangkat untuk snorkling sebentar dan menuju ke pulau selanjutnya, yaitu pulau Kepayang.
Di pulau yang agak sepi ini kami beristirahat sebentar untuk membilas badan setelah menceburkan diri ke dalam air laut.

Pulau Kepayang

Setelah cukup beristirahat, kami kembali ke pulau Belitong dan menuju ke pantai yang terkenal sebagai lokasi shooting film Laskar Pelangi.

Lokasi shooting Laskar Pelangi

Bebatuan yang kita saksikan dalam film Laskar Pelangi

Dua batu yang hampir berhimpit

Senja di pantai Laskar Pelangi

Setelah puas berjalan-jalan, maka saatnya untuk kembali beristirahat.
Sebelumnya, kami diajak untuk ke salah satu tempat makan yang cukup terkenal di Belitung, yaitu Rumah makan Belitong Timpo Duluk.
Tempat ini didekorasi sedemikian rupa sehingga menampilkan kesan jadul, mulai dari lampu redup sampai dengan berbagai perabotan jaman dulu yang ditempel di dinding.
Makanan yang disajikan pun katanya adalah khas Belitung dengan cara makan sesuai adat setempat, yaitu satu meja berempat dan makanannya pun dibagi empat πŸ˜€

Rumah Makan Belitong Timpo Duluk

Semoga lain waktu kita kesana lagi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s