Magazine Backward Reading

Bagaimana anda biasanya membaca majalah ?
Saya baru sadar kalau ternyata saya cenderung membaca majalah (atau tabloid atau koran) dari halaman belakang ke halaman depan. Memang tidak selalu seperti itu, tetapi cenderung demikian.

Ketika browsing-browsing, ternyata tidak cuma saya yang punya kecenderungan ini. Salah satu yang cukup mengagetkan adalah adanya referensi di sini yang menyatakan ada keterkaitannya dengan suatu syndrom. Kok mengerikan ya.

Seperti materi dari link tersebut yang membahas seputar syndrom ADHD-PI / ADD, kecenderungan ini ‘katanya’ ada keterkaitannya dengan hal tersebut. Penjelasan lengkap mengenai syndrom ini bisa dibaca di sini.

Attention Deficit Disorder (ADD) merupakan salah satu syndrom (bagian dari ADHD) dengan karakteristik / gejala utama : kurangnya konsentrasi atau defisit perhatian (attention) yang berkelanjutan, seperti penundaan, keragu-raguan, atau pelupa.

Gejala – gejala umum yang dapat diketahui, antara lain :
– Seringkali tidak memperhatikan detail atau membuat kesalahan ceroboh dalam tugas sekolah, pekerjaan, atau aktivitas lainnya.
– Sering mengalami masalah dalam menjaga perhatian (attention) pada tugas atau aktivitasnya.
– Seringkali tidak mendengarkan ketika diajak berbicara secara langsung
– Seringkali tidak mengikuti instruksi dan gagal dalam menyelesaikan tugas sekolah, pekerjaan rumah, atau tugas di lingkungan pekerjaan (bukan karena sikap oposisi atau kegagalan memahami instruksi)
– Sering mengalami masalah dalam mengelola / mengorganisasikan aktivitas
– Sering menghindari, tidak menyukai atau tidak menginginkan melakukan hal-hal yang memerlukan banyak usaha mental (mental effort) untuk waktu yang panjang (misal tugas sekolah atau pekerjaan rumah)
– Sering kehilangan hal-hal yang dibutuhkan untuk tugas dan aktivitas (misal : mainan, tugas sekolah, pensil, buku, atau peralatan lainnya)
– Sering dialihkan perhatiannya (distracted) dengan mudah
– Sering lupa dalam aktivitas sehari – hari

Apakah benar kecenderungan untuk membaca majalah dari belakang memiliki keterkaitan dengan syndrom tersebut ? Walaupun gejala-gejala tersebut kadang-kadang dialami, tapi bukankah hampir semua orang pernah mengalami hal-hal tersebut (mungkin yang ditekankan adalah seringnya mengalami gejala-gejala tersebut).

Apa pun itu, mungkin sekedar mengingatkan agar lebih berkonsentrasi dalam setiap aktivitas kita, terlepas dari kebiasaan membaca majalah dari depan, tengah, atau belakang 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s