Saman dan Larung

Sudah pernah membaca buku karya Ayu Utami tersebut ?
Buku tersebut merupakan dwilogi yang ditulis pada masa orde baru dan berlatar belakang di masa itu.
Saya tertarik dengan tulisan mbak Ayu Utami sejak membaca buku Bilangan Fu-nya.
Beberapa hal yang menarik menurut saya dari buku Saman & Larung tersebut adalah :

1. Gaya tulisan yang lugas
Perlu dicatat bahwa banyak kata-kata yang dikhusukan untuk dewasa (hampir semua tulisan mbak Ayu demikian).
Hal ini merupakan salah satu ekspresi pemberontakan dari pengekangan di era kelam negara kita.
Gaya tulisan mbak Ayu memang banyak dilatarbelakangi pada masa orde baru walaupun bukuya sempat memenangkan salah satu penghargaan.

2. Cover buku
Coba dilihat lagi cover buku Saman & Larung tersebut.
Di edisi yang baru ini, buku tersebut dikemas dengan cover yang baru pula.
Cover buku Saman seolah-olah menggambarkan manusia pertama (yah, di salah satu bagian di dalam bukunya juga disinggung tentang “dosa” manusia pertama itu).
Cover buku Larung seperti menggambarkan salib terbalik (entah menggambarkan bagian yang mana).
Tapi tetap, menurut saya ada arti di balik cover tersebut.

3. Hal lain di balik penulisan buku
Yang menarik lagi bagi saya adalah bagaimana mbak Ayu dalam proses menuliskan bukunya.
Seperti yang saya baca di Bilangan Fu, untuk menuliskan beragam materi sang penulis mengumpulkan berbagai sumber, mulai dari menggali dari expert-nya, menggali dari buku, mungkin sampai observasi juga.

Jadi, bagi anda yang penasaran, silakan mulai membaca 🙂
Semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s