Mobile Ads yang Efektif

Menurut wikipedia, mobile ads (iklan bergerak?) adalah suatu bentuk iklan yang disebarkan melalui telepon seluler atau perangkat bergerak lainnya.

Dalam artikel di HBR edisi Desember 2013 yang berjudul “Making Mobile Ads That Work” ditulis oleh Andrew Stephen (asprof Pittsburgh’s Katz), Yakov Bart (asprof Pittsburgh’s Katz), dan Miklos Sarvary (professor Columbia Business School) dibahas mengenai bagaimana mobile ads berpengaruh terhadap perilaku pembelian customer.

Mereka mempelajari data dari suatu perusahaan penelitian pasar yang mensurvei 39.946 customer US mengenai produk-produk yang ditampilkan dalam mobile ads dari tahun 2007 sampai 2010. Produk bervariasi di antara 13 industri, termasuk barang keperluan rumah tangga, layanan keuangan dan otomobil. Sekitar setengah dari partisipan melihat iklan untuk sebuah produk pada perangkat selularnya, dan sisanya tidak melihat iklan sama sekali. Dalam penelitian tersebut, dinilai sikap terhadap produk dan niat membeli produk.

Peneliti mengkategorikan produk berdasarkan dua parameter, yakni fungsinya dan involvement dengan penggunanya. Lebih lengkapnya dapat dilihat dari tabel berikut :

Peneliti menemukan bahwa iklan untuk produk-produk utilitarian (bermanfaat) dan memiliki involvement tinggi (artinya produk ini cukup mahal sehingga membutuhkan pertimbangan lebih) menaikkan niat pembelian. Pada kuadran tersebut (berwarna merah) iklan menaikkan sikap positif sebesar rata-ratta 4,5% dan niat pembelian sebesar 6,7%. Sedangkan untuk produk yang bersifat hedonis dan involvement rendah kebanyakan iklan tidak berpengaruh.

Dipercaya bahwa mobile ads, walaupun memberikan sedikit sekali informasi, dapat memberikan isyarat bagi customer untuk me-revisit hal-hal yang pernah diproses. Itulah mengapa iklan lebih efektif untuk produk-produk dengan involvement tinggi. Penelitian psikologis menunjukkan bahwa semakin tinggi involvement orang maka cenderung mereka akan memproses informasi secara kognitif (daripada secara emosional), suatu metode yang lebih baik untuk memutuskan produk yang bersifat utilitarian.

Implikasi yang terlihat dari penelitian ini adalah bahwa mobile ads sebaiknya digunakan untuk produk yang bersifat utilitarian dan memiliki involvement tinggi. Atau mungkin pemilik produk dapat berusaha untuk memposisikan produknya yang bersifat hedonis menjadi bersifat utilitarian.

Lepas dari itu, sebagai konsumen ada kalanya kita merasa terganggu dengan semakin banyaknya iklan. Bagaimana menurut anda ? Apakah strategi iklan mereka yang kurang tepat atau bagaimana ?

Semoga bermanfaat 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s