Pesan Dari Israel

Beberapa waktu yang lalu persekutuan doa tempat saya bekerja mengadakan seleksi bagi karyawannnya untuk mengikuti perjalanan dinas rohani ke tanah suci.
Setelah seleksi selesai & karyawan yang lolos diumumkan, maka berangkatlah para peserta ke Israel dan sekitarnya untuk ziarah ke beberapa lokasi yang dikisahkan dalam Alkitab.
Sepulangnya ke tanah air, ada peserta yang membagikan kisahnya seperti berikut (terima kasih bang ED untuk sharingnya) :

Mungkin sangat sering kita dengar di media (TV) kondisi keamanan yang kurang baik di timur tengah, terutama di daerah Israel dan sekitarnya. Hal ini kalau dari sisi historis sangat wajar karena Jerusalem merupakan kota yang “diperebutkan” oleh 3 agama besar: Yahudi, Kristen, dan Islam. Di media sangat digembar-gemborkan perang Antara kelompok agama dll. Namun yang saya lihat sangat berbeda. Kondisinya aman, dan Antara pemeluk agama satu dan lainnya hidup berdampingan dengan nyaman. Kondisi perbatasan (terutama dengan daerah Jordania) menurut saya juga sangat aman, tidak seperti yang sering kita dengar di TV. Yang paling mengesankan saya adalah, Tuhan memberi saya kesempatan untuk berdiskusi dengan driver bis (orang Arab Muslim yang tinggal di Jerusalem) dan driver Taxi di daerah Tiberias (yang adalah orang Israel pemeluk agama Yahudi). Keduanya menyampaikan hal yang sama, dengan kalimat sama, dan penekanan yang sama:
1. Tidak ada pertikaian yang besar seperti digembar-gembrokan di TV. Masyarakat Islam, Kristen dan Yahudi hidup, bekerja, bersosialisasi dengan aman satu sama lain. TV seringkali sengaja memuat hal-hal yang menurut mereka “kurang sesuai” karena butuh berita untuk ditampilkan.
2. Pemicu konflik (menurut mereka) bukan dari rakyat, tetapi dari pemimpin2 di pemerintahan / politik. Sama seperti kondisi di negara2 lain termasuk Indonesia, konflik seringkali sengaja dibuat untuk tujuan2 tertentu (utamanya menurut mereka adalah untuk uang). Rakyat yang menjadi korban.
3. Mereka sangat-sangat senang dengan kunjungan kami, terutama seletah mengetahui kami orang Indonesia. Di akhir sharing keduanya meminta satu hal yang sama: “tolong sampaikan kepada dunia bahwa kondisi Israel dan daerah sekitarnya tidak seburuk yang disampaikan di TV”.

Hmmm, jadi begitulah suasana di sana.
Ya intinya marilah kita pintar-pintar memilih dan memilah berita yang kita percaya.
Seperti tagline iklan beberapa waktu yang lalu : “Ga semua yang lo denger itu bener“.

Juga status Facebook dari mas Damar Shashangka, salah satu penulis novel sejarah (Sabda Palon, Dharmagandhul, dll) seperti di bawah :

Marilah kita jaga perdamaian dunia 🙂
Semoga semua makhluk berbahagia _/\_
sabbe satta bhavantu sukhitatta _/\_

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s