#MahaCintaRahwana – Sujiwo Tejo (TIM 31 Agt 2013)

31 Agustus 2013
Di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, 2 hari ini diadakan konser untuk mengenang 25 tahun karya seorang budayawan Indonesia, Sujiwo Tejo.
Saya menonton konser bertajuk Maha Cinta Rahwana ini di hari Sabtu malam, pukul 20:00 WIB.

Pagelaran diawali dengan lagu Ingsun, lagu Sujiwo Tejo di albumnya yang terbaru, Mirah Ingsun.
Layaknya sebuah tablo untuk membuka pertunjukan dengan memperkenalkan sang Rahwana, sang tokoh utama.



Dengan penari wanita sebagai latar sang Dalang menyanyikan lagunya, menambah suasana khidmat di single ini.

Dilanjutkan dengan lagu Hujan Deras, untuk mengingatkan kita adanya tawa dan tangis.
Pesan untuk menangis di tengah hujan deras, agar tak dapat dibedakan apakah air di pipi kita adalah air mata atau air hujan.
Sang Rahwana mengungkapkan cintanya yang dalam kepada Dewi Sinta, istri Rama.

Cerita berlanjut dengan berlatar Hutan Dandaka, dimana sang Dewi Sinta ditinggalkan oleh suaminya, Rama, dan adik Sri Rama, Raden Lesmana.
Diilustrasikan oleh Putri Ayu dalam sebuah lingkaran yang dibuat Lesmana untuk melindunginya dari bermacam marabahaya.
Tergoda oleh keindahan kijang kencana menyebabkan Dewi Sinta keluar dari lingkaran hingga akhirnya diculik oleh Rahwana.

Lagu Anyam-Anyaman Nyaman dinyanyikan oleh Sujiwo Tejo berduet dengan Putri Ayu, menggambarkan keelokan sang Dewi Sinta yang bagai pengantin turun dari kahyangan.

Usai Anyam-Anyaman Nyaman, disambung dengang lagu Blak-Blakan/Blakasutha yang dinyanyikan sang dalang dengan memakai topeng.

Usai lagu tersebut, para panakawan yang diperankan oleh Trio GAM masuk dengan becak berisikan foto Presiden #Jancukers berpigura. Beberapa candaan mengawali hiburan-hiburan lawak mereka sepanjang acara nantinya.

Tak berapa lama, datanglah seorang wanita cantik berkebaya, mbak Sruti Respati yang kemudian minta diantarkan ke rumah pria dhemenannya.

Tawar-menawar becak pun terjadi, tentunya dengan banyolan-banyolan yang menghibur penonton.

Masuklah Sujiwo Tejo yang kemudian menyanyikan Ole Olang Wanita dengan Sruti Respati, menyiratkan untuk kita menghormati wanita.

Seusai fragmen tersebut, cerita berlanjut dengan sang Dalang yang menceritakan bagaimana awal mula kisah rumit penculikan Sinta itu.
Diceritakan bahwa sang Rahwana sangat tekun dalam bertapa sampai dengan 50.000 tahun lamanya, dan setiap 5 ribu tahun kepalanya terpenggal satu dan tumbuh lagi sampai seterusnya, sehingga ia disebut juga sang Dasamuka, sang berkepala sepuluh.
Atas gentur tapanya itu, turunlah Bathara Narada yang kemudian memberikan anugerah berupa kesaktian tanpa batas pada dan Dewi Widowati, sang putri kahyangan, kepada Rahwana. Dewi Widowati inilah yang kemudian menitis pada Dewi Sinta.
Dari sinilah sudut pandang sang Dalang dikemukakan bahwa memang adalah hak Rahwana untuk memiliki Dewi Sinta, sebagai wujud janji dari pada Dewa.

Lagu Changing Room menyambut fragmen selanjutnya, yang dinyanyikan berduet dengan petikan gitar Dewa Bujana.

Anji masuk menyanyikan lagu Pada Sebuah Ranjang, sebuah lagu dari album yang berjudul sama dengan lirik yang diksi yang menarik, salah satu ciri lirik lagu-lagu Sujiwo Tejo. Setelah lagu ini, dinyanyikan lagu baru dari Sujiwo Tejo berjudul Maha Cinta Rahwana, sayangnya Glen Fredly menyanyikan lagu ini pada pementasan hari sebelumnya sehingga malam itu dinyanyikan oleh band pengiring sehingga kurang tersorot.

Fragmen selanjutnya adalah pembacaan puisi mengenai keindahan cinta sang Rahwana oleh pemain teater kawakan, Joshua Pandelaki, seorang pemain teater KOMA. Di pertunjukan di hari sebelumnya, fragmen ini dimainkan oleh Sitok Srengenge.

Mbak Sruti Respati kembali masuk dengan menyanyikan lagu The Sound of Orang Asyik.

Diiringi dengan panakawan memainkan dolanan tradisional bersama dengan anak-anak kecil yang menjadi murid-murid dari bu guru Sruti.

Karena yang diajarkan adalah lagu-lagu tradisional, ceritanya, para panakawan merasa ketinggalan jaman apalagi dengan hingar bingar konser Metallica sebelumya.
Masuk Sudjiwo Tejo mengajarkan agar kita menjadi bangsa yang #nirminder, bahwasanya konser Metallica hanya band pembuka dari konser #MahaCintaRahwana saja.

Maka bersama-sama, Sujiwo Tejo mengajak para penonton untuk ikut serta menyanyikan lagu Jancuk, lagu yang masuk dalam album 2012.
Aksi gareng cukup mengundang tawa dengan berpura-pura memainkan bas.

Cerita berlanjut, sang Dalang mengisahkan bagaimana sang Rahwana merayu tawanannya, Dewi Sinta, di taman yang dibuat khusus untuk pujaannya itu di Taman Argasoka.
Bagaimana selama 12 tahun Rahwana tidak mau menyentuh Dewi Sinta sebelum sang Sinta sendiri yang bersedia untuk menerima cintanya.

Masuk kemudian Butet Kertaradjasa sebagai seorang resi dengan berbagai wejangannya.
Sebagai seorang pemain teater yang dikenal dengan rajanya monolog banyak isu terkini yang diangkat olehnya; mulai dari konvensi partai penguasa, tes keperawanan, korupsi sapi, dan sebagainya.

Banyak yang disampaikan berupa sindiran dan sentilan bagaimana mirisnya negeri ini di zaman yang tidak karuan, dimana toleransi sebagai manusia kadang terkesampingkan dan manusia yang baru mempermasalahkan perbedaan “yang terduga Tuhan”, juga mengenai semua kitab suci yang intinya adalah persenggamaan manusia dengan Tuhan.

Kisah berlanjut, dengan wayang kulit sebagai latarnya sang dalang memberikan ilustrasi mengenai bagaimana Sinta meminta untuk dikembalikan kepada Rama dan Rahwana lebih baik minta maaf kepada Sinta.
Tapi tentu saja sang Rahwana menolaknya, karena memang walaupun secara akal dia salah tapi secara naluri cintanya kepada Sinta tidaklah salah.
Sebagai seorang satria, cara meminta maaf adalah dengan perang secara jantan, dijemputnyalah ajalnya dengan menyongsong datangnya Rama.

Tapi sepungkur Rahwana, disentuhnya pundak raja raksasa itu oleh sang Sinta.
Pertama kalinya mereka bersentuhan dalam 12 tahun penculikan itu.
Tidak sang Dasanuka menoleh, itulah rasa yang indah cinta yang dirasakannya.
Penggalan bait pertama “Aku Lala Padamu” didendangkan.

Perang antara pasukan Rama dan Rahwana diilustrasikan dengan indah, dengan penari di depan bayangan wayang diiringi oleh dendangan lagu Zen-Die.
Panah sakti milik Rama terlesat dan akhirnya membunuh sang raja Rahwana.

Mati Dasamuka, disambut dengan Gugur Bisma, dinyanyikan oleh sang Dalang berduet dengan Putri Ayu.

Cerita usai kematian Rahwan masih berlanjut.
Sesudah diboyong kembali ke Ayodya, Rama tidak percaya akan kesucian Dewi Sinta sampai-sampai ia diharuskan menguji kesetiannya dengan membakar diri (lakon Sinta Obong).
Bahkan setelah Sinta hamil (anak dari Rama sendiri), Dewi Sinta dibuang lagi ke hutan Dandaka, dengan diantar oleh Lesmana.
Sambil memegangi perutnya yang berisi sang kembar, yang kemudian dinamai Kusa dan Lawa, Sinta berujar kepada calon anaknya agar kelak mereka memiliki nyalang mata indah milik Rahwana yang penuh sorot cinta murni.
Disambut dengan lagu Pada Suatu Ketika, yang telah diaransemen bersama Tya Subiakto.
Ditampilkan dengan ilustrasi Dewi Sinta dengan bergaun putih berkibar sebagai latar dinyanyikannya tembang itu.

Lantunan Kidung Kekasih menjadi lagu penutup konser itu.
Mengenai kecintaan bukan hanya pada pacar, tapi Tuhan dan negeri juga.

Konser yang tidak hanya merayakan 25 tahun berkaryanya sang dalang, tapi juga merayakan 51 tahun usianya itu akhirnya benar-benar ditutup dengan meniup kue ulang tahun yang dibawakan oleh anak Sujiwo Tejo dan disertai dengan ucapan dari orang-orang terdekat.

Pertunjukan usai sekitar pukul 23:00.
Keluar arena pertunjukan dengan puas (*walaupun dengan perut kelaparan yang akhirnya dilampiaskan di warung yang mangkal di depan TIM).

6 thoughts on “#MahaCintaRahwana – Sujiwo Tejo (TIM 31 Agt 2013)”

  1. jempolnya buat bapak Sujiwo Tedjo… pengen langsung liat pertunjukannya..
    kapan ya bisa ngadain pertunjukan di kota Jember Jawa Timur???

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s