Saya dan UKM Djawa (3)

Mari kita lanjutkan lagi cerita mengenai pengalaman saya di UKM Djawa Tjap Parabola STT Telkom, menyambung cerita sebelumnya. Di tahun ketiga ini, setelah pagelaran Dewa Ruci 2008 selesai, di tahun ajaran baru, dibentuklah kepengurusan UKM Djawa dan saya pun didapuk menjadi Koordinator Kesenian yang membawahi Divisi Tari, Keroncong, Ludruk, dan Karawitan.

Salah satu hal yang saya pikirkan sebagai kontribusi dan bentuk cinta saya kepada UKM yang membesarkan saya selama dua tahun di kampus ini adalah membuat jargon sebagai trademark. Sebuah jargon yang merupakan intisari dari setiap semangat anggotanya. Saya memaknai UKM ini sebagai sebuah keluarga, keluarga yang bersama-sama mengembangkan, atau paling tidak ikut serta melesatarikan, salah satu budaya daerah kami.

Jadi, dari 2 point penting tersebut (kebudayaan & kekeluargaan), dapat diejawantahkan ke dalam jargon seperti berikut :


UKM Djawa Tjap Parabola
Ajining Kabudayan
Raketing Bebrayan
Lumaksana Magita – Gita
Tandya…Tandya…Tandya

Ajining Kabudayan, menyiratkan bahwa budaya kita yang aji (berharga) ini memang layak untuk kita uri-uri, kita lestarikan. Memang kita jauh-jauh kuliah bukan untuk mempelajari kesenian, tapi satu hal yang saya rasa adalah ketika di perantauan justru kerinduan akan kebudayaan kampung halaman. Hal inilah yang patut kita rasakan bersama di UKM Djawa ini.
Raketing Bebrayan, menyiratkan bahwa di UKM Djawa adalah bukan sekedar komunitas ataupun organisasi, tapi lebih dari itu. Saya sendiri merasakan bahwa banyak pengalaman dalam berbagai kegiatan di sini dan lebih merasa sebagai keluarga lengkap dengan segala permasalahannya. Oleh karenanya, hendaknya tetap mementingkan azas kekeluargaan di dalamnya.
Lumaksana magita – gita … Tandya 3x : adalah ungkapan dari seorang panglima perang yang mengajak dan menyemangati prajuritnya untuk maju ke medan perang. Hal ini menyiratkan kesiapsediaan (tandya = tumandang = siap sedia) dan kesatuan hati setiap personil (UKM Djawa) untuk menghadapi semua tantangan dalam setiap kegiatannya.

Suatu kali, saya merenung-renungkan pemikiran atau konsel apa yang bisa digunakan untuk menggambarkan dan memberikan identitas bagi semua anggota UKM. Saya seringkali mendapat inspirasi justru ketika panggilan alam di pagi hari (pembaca tentunya sudah mengerti kegiatan yang dimaksud). Bahkan ketika mengerjakan ujian (saya agak lupa UTS atau UAS apa), saya merancang – rancang sampai kemudian didapat kepanjangan dari TJAP PARABOLA sebagai berikut :

Tetunggaling cipta, rasa, karsa, lan karya
Jangkep – jinangkepan ing sadhengah kalodhangan
Ajen – ingajenan tumrap wigatining liyan
Paguyuban kang sayuk rukun ngugemi rasa tepa selira

Panggegilut ing kabudayan minangka kuwajibaning para anom
Abot lan entheng kapikul bebarengan
Reroncening ukara tan lamis lan cidra
Angrumangsani nduweni, ora amung nduweni rumangsa
Bungah – susah tan ana sing ngendhani
Oyoding paseduluran kang nuwuhake raketing bebrayan
Lila lan legawa nrima ing pandum
Andum kawruh tanpa adigang adigung adiguna

Mungkin pada tulisan lain akan dijelaskan satu per satu. Intinya sila – sila tersebut adalah kristalisasi dari rangkaian beberapa kejadian yang pernah saya alami, misalnya bagaimana seharusnya seorang membagi pengetahuannya kepada yang lain tanpa pamrih atau secara ikhlas menerima kewajiban. Pemaparan tersebut pernah saya sampaikan ketika kepengurusan pertama kali terbentuk, hanya saja mungkin tidak terdokumentasikan secara eksplisit.

Demikianlah semester pertama pengurus berjalan dan beberapa program kerja dapat bejalan, misal penerimaan anggota baru, latihan rutin, buka bersama, studi banding ke UKM lain (saat itu kami ke PSTK ITB). Salah satu program kerja lainnya adalah menyelenggarakan pagelaran kecil mengulang kesuksesan pagelaran tahun sebelumnya, sekaligus memberikan pengalaman bermain bagi para anggota baru.

Acara itu kami namai PAKARSA (Pagelaran Pungkasaning Warsa 2008) dengan judul pagelaran “Balada Cinta Baturaden”, bisa dilihat juga di blog kawan saya di sini. Banyak pengalaman yang bisa diambil dari kegiatan pagelaran ini, mulai dari pembentukan panitianya, pelaksanaannya sampai dengan hari H acaranya yaitu tentang kesetiakawanan, toleransi, persaudaraan, kebersamaan dan sebagainya. Di kepanitiaan ini saya ambil bagian sebagai SC (Steering Commitee) divisi acara, selain itu di hari H ikut menari jaranan seperti berikut (saya ada di bagian paling belakang, yang paling tidak kelihatan)

pakarsa

Selepas acara tersebut, yang sedikit banyak menyisakan luka dan kenangan sebagai bekal pengalaman, mulailah UKM ini mempersiapkan program kerja selanjutnya, yaitu pagelaran akbar. Maka mulailah kami untuk mengonsep bentuk acara ini, mulai dari membentuk tim sukses, membentuk kepanitiaan, membentuk visi dan misi masing masing tim sukses (yang nantinya mendukung sebagai SC), dan bentuk acara ini sendiri. Salah seorang dari teman kami memiliki ide untuk memberi nama acara ini sebagai sesuatu yang unik yang ketika orang mengucapkannya sudah pasti terasosiasi kepada acara dari UKM Djawa Tjap Parabola.

Maka berdasarkan pengalaman masa lalu dan hasil diskusi bersama, kami konsepkan acara ini sebagai Paramabudaya, yang pengantar pembentukannya saya sampaikan di sini. Ide dari konsep acara ini adalah membangkitkan kembali identitas Jawa dalam kegiatannya, dengan tetap memperhatikan kesuksesan teknis dan non-teknisnya (salah satu faktornya dalah keuangan, yang dari tahun ke tahun mengalami keseretan). Salah satu bentuk semangatnya diungkapkan dalam jargon (yang mengambil juga dari jargon EoS 2007 dimana saya menjadi koordinator acaranya), yaitu :

Nyawiji Anyembadani Mukti

Nyawiji : bersatu
Anyembadani : dari tembung sembada, yang artinya mampu
Mukti : dapat diartikan sebagai suatu kesuksesan
Singkatnya jargon ini mengisyaratkan agar personel / punggawa Paramabudaya tetap nyawiji (menyatu) dalam setiap visi misinya, dalam cipta rasa karsa dan karya untuk mencapai tujuan bersama.

Dengan dukungan dari rekan-rekan seangkatan dengan berbagai latar belakang dan karakternya, maka kepanitian (yang tentunya melibatkan semua lini; baik panitia, pemain, tim kreatif) ini pun terus berjalan sampai dengan di hari H-nya. Oh ya, selain acara pagelaran akbar yang berjudul “Kangsa Adu Jago”, UKM Djawa diberi kesempatan juga beberapa bulan sebelum acara sendiri ini untuk mendukung pertunjukan wayang orang dari PT Telkom berjudul “Gatutkaca Mencari HP”. Sekali merengkuh dayung, dua tiga pulau terlampaui. Selain sebagai ajang berlatih teman-teman untuk mencari pengalaman juga untuk mencari sponsorship sekaligus publikasi.

Berikut video pertunjukan “Gatutkaca Mencari HP” bertempat di Gedung Kesenian Rumentang Siang Bandung. Saat itu saya berpartisipasi sebagai prajurit Dolalak (setelah nonton lagi ternyata saya juga main menjadi dokter 😀 )

Berikut video pertunjukan “Kangsa Adu Jago” di GSG IT Telkom. Di sini saya berpartisipasi di atas panggung sebagai : pocong 2, tukang pos (saya justru baru ingat ketika menonton video ini lagi), penyabung ayam, dan pendukung belakang panggung.

Suatu kepuasan sendiri ketika pagelaran ini berakhir. Sebuah konsep acara baru yang cukup disambut baik oleh khalayak, acara yang meliputi : Liga Djawa (melanjutkan agenda TOfA tahun sebelumnya yang mengundang semua paseduluran untuk memainkan permainan tradisional bersama), Temu Alumni (latar belakangnya tentunya adalah bagaimana melibatkan alumni dalam setiap kegiatan UKM, tidak hanya di pagelaran ini saja tapi dalam setiap acara UKM ke depannya), dan pagelaran akbar itu sendiri (yang taun ini mengambil judul wayang orang “Kangsa Adu Jago”).

Banyak kenangan manis, pahit, asam sampai membuat saya tersenyum sendiri mengenang saat – saat Paramabudaya pertama itu (karena konsep acara ini terus dibawa sampai sekarang, dengan kelebihan dan kesusahannya masing-masing). Intinya semua pengalaman di UKM Djawa ini tidak bisa saya lupakan dengan mudah karena saya mencintai keluarga ini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s