Street Acrobatic

Malam ini pulang dari kantor lagi-lagi saya melakukan aksi akrobatik di jalanan. Bukan aksi akrobat dalam arti yang sesunguhnya seperti pada pertunjukan sirkus, tapi jatuh bebas saat mengendarai motor.

Entah sudah berapa kali saya jatuh saat bermotor ria di jalanan Jakarta yang padat dan super macet ini. Malam ini, seperti biasa, saya mengantuk sambil naik motor (heran ya, naik motor pake ngantuk kok biasa). Dan tiba-tiba saat melek sudah ada mobil di depan, dan karena mengerem dalam waktu yang singkat sehingga motor tidak stabil dan akhirnya saya menjatuhkan diri. Tidak ada yang luka sampai darah tertumpah, tapi cukup lutut yang nyeri dan untungnya motor tidak kenapa-kenapa.

Beberapa pengalaman saya berakrobat di jalanan, biasanya sore atau malam hari sepulang kerja tapi yang pasti diakibatkan karena mengantuk. Seperti yang anda tahu, dari rumah yang sekarang ke kantor berjarak sekitar ~20km yang harus saya tempuh rata-rata dalam waktu 1jam, ditambah dengan kondisi sehabis bekerja atau sehabis begadang sehingga kurang istirahat, ya begitulah.
Berikut contoh yang pernah saya alami :

– Suatu malam saya pulang larut dan mengendarai motor dalam kondisi mengantuk (seperti pada tema tulisan kali ini). Di jalanan yang gelap tanpa terasa motor yang saya bawa agak mlipir ke kiri, dan ketika melek tiba-tiba dari arah yang berlawanan ada motor yang melawan arus (memang di jalan Penggilingan di ruas ini sering banyak motor yang melawan arus untuk menghindari jalan memutar yang lebih jauh). Serempetan tidak terhindarkan, saya dan lawan saya pun terjatuh. Foot step dan pijakan persneling motor saya ternyata terhantam motor lawan sehingga bengkok agak parah. Dia meminta nomor saya, dan saya kasih nomor asal. Ya sudah, pulang deh.

– Di lain kesempatan, pagi hari saya berangkat ke kantor sambil mengantuk lagi setelah (mungkin, karena saya juga sudah agak lupa) semalam begadang. Di daerah Tebet, setelah berbelok sambil agak merem, tiba-tiba setelah melek ada mobil yang memperlambat kendaraan karena akan membelok. Benturan tidak dapat dihindari sehingga motor saya menabrak bumper belakang si mobil dengan cukup keras. Alhasil spatboard depan saya terbelah, iya benar-benar terbelah atau istilahnya mengkap-mengkap. Sang pengendara mobil turun untuk menghampiri saya, segera saja saya minta maaf dan beralasan saya agak tidak enak badan. Untunglah si bapak memaklumi dan saya melanjutkan perjalanan ke kantor

– Di waktu yang lain lagi, saya berangkat pagi ke kantor (sambil ngantuk tentunya). Saat sudah hampir sampai di kantor, ada belokan yang cukup licin (sepertinya semalam habis hujan atau entah genangan air dari mana, sehingga di pojokan belokan itu ada sedikit lumpur yang menggenang). Tiba-tiba motor saya melipir ke kubangan itu sehingga motor menjadi tidak terkendali karena licin. Segera saya jatuhkan badan ke kiri condong ke trotoar. Alhasil pakaian saya kotor oleh lumpur,ya jaket, ya sepatu dan celana yang kotor dan tampak agak tergores (padahal ini celana bahan untuk mengantor). Untunglah ada pejalan kaki yang lewat dan segera membantu saya (padahal ya tidak apa-apa juga, bisa berdiri lagi). Yang jadi pikiran saya adalah bagaimana mengakali pakaian yang kotor sehabis jatuh padahal harus bekerja seharian. Untungnya ada teman yang bersedia meminjamkan celananya, saya ke kosannya dan untungnya juga ada celana yang pas dengan ukuran saya.

– Ada lagi pengalaman lain, di pagi hari yang lain juga (tentunya naik motor sambil ngantuk lagi). Di tempat yang dekat dengan lokasi sebelumnya saya jatuh di dekat kantor. Ketika akan membelok dari jalan Gatot Subroto, ketika melek tiba-tiba ada taksi dari arah berlawanan. Tanpa terasa ternyata saya sudah agak melipir ke kanan. Tabrakan antar muka tidak terhindarkan. Sehabis menabrak taksi putih itu, langsung saja saya nyelonong bergegas ke kantor. Tapi si sopir meneriaki saya untuk berhenti. Ya, mau tidak mau daripada memperpanjang masalah saya berhenti saja untuk diselesaikan baik-baik. Singkat cerita, akhirnya saya harus merelakan beberapa lembar uang untuk mengganti biaya reparasi dia (katanya, karena bumber depannya lecet).

– Dan yang terakhir adalah malam ini tadi, seperti yang saya ceritakan sebelumnya.

Semoga bisa jadi pengalaman berharga. 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s