Saya dan UKM Djawa (1)

Cerita saya dan UKM Djawa Tjap Parabola bermula dari tahun pertama saya kuliah di STT Telkom (sekarang institusi ini bernama IT Telkom, dan agaknya beberapa tahun mendatang akan menjadi Telkom University). Suatu saat senior saya sekosan mengajak saya untuk datang di acara sebuah unit kegiatan di kampus. Dan agaknya itu seperti acara pengenalan UKM ini kepada mahasiswa baru. Yang saya lihat memang ada beberapa kawan seangkatan saya yang datang, menyaksikan penampilan senior yang membanyol (bisa dikatakan ngeludruk). Dan karena saya datang agak awal, saya nimbrung ke beberapa orang yang sedang bermain musik campursari (yang nampaknya kemudian digeneralisasikan dengan keroncong). Dan didhapuklah saya untuk bermain keyboard, dan saat itu juga ikutan pentas para senior tersebut.

Saya ingat betul berkenalan dengan kawan-kawan seangkatan yang sebagian besar dari Karanganyar, ada juga dari Solo, Semarang dan daerah lainnya. Agaknya kedekatan inilah yang di kemudian hari menjadikan saya mencintai perkumpulan ini, dan secara otomatis mencintai budaya Jawa di dalamnya lebih karena kerinduan kampung halaman.
Para senior mementaskan ludruknya tanpa beban, bahkan salah seorang pemain adalah anggota DC (Discipline Committe) di masa PDKT (sebutan untuk ospen mahasiswa baru di kampus kami) yang diset untuk selalu tampil galak di hadapan para khalayak gundul yang baru lulus SMA kala itu.

Dan sejak malam perkenalan itu lah, saya mulai ikut rombongan yang sering manggung ini. Yang saya ingat, pernah diminta untuk mengisi acara departemen Elektro (kala itu salah satu dosen Elektro, pak Jangkung masih menjabat sebagai pembina UKM kami) tentunya dengan penampilan keroncong campursari. Dan mas Bimo, yang kala itu menjadi koordinator keroncong, karena alasan kondisi yang sudah diluluskan dari kampus itu, maka secara aklamasi saya diminta untuk melanjutkan posisi beliau untuk meneruskan mengurus rekan-rekan pemain keroncong ini.

Begitulah sampai akhirnya UKM ini berencana untuk membuat sebuah acara besar bertajuk TOfA (Trilogy of Art), yang kala itu sedang marak-maraknya teknologi 3G maka dengan menggandeng sponsor XL diselenggarakanlah rangkaian acara mulai dari prosesi, pasar seni, demo 3G, dan puncaknya pagelaran. Di acara inilah kesempatan pertama saya untuk belajar dan ikutan menari (ya, mungkin tidak kali pertama sekali sih, pengalaman pertama menari saya adalah di kelas 6 SD di suatu pentas di gereja, tapi sejak saat itu ya tidak pernah lagi) sebagai penari umbul-umbul di prosesi (oleh rekan2 saya, kami memyebut profesi ini sebagai umbul-umbul boy).

Ulasan mengenai pagelaran UKM ini di tahun 2007 (tahun pertama saya berpartisipasi di sini) bisa disaksiksan di sini.

Dan inilah poto penampilan pertama saya sebagai pemain keyboard di tim keroncong (lihat lingkaran biru, itu bukan penampakan)
Keroncong

Di bawah adalah kami sebagai umbul-umbul boys.
Prosesi

Begitulah pengalaman saya di keluarga ini di tahun pertama di kampus, kisah selanjutnya menyusul 🙂

1 thought on “Saya dan UKM Djawa (1)”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s