Penanggalan Jawa

Sistem penanggalan Jawa pada dasarnya sama dengan penanggalan sekarang, namun lebih lengkap dan kompleks karena tidak se-simple 7 hari dalam seminggu, ~4minggu dalam sebulan, dan 12 bulan dalam setahun. Terdapat perhitungan lainnya, misal 5 harian (pasaran), 8 harian, 8 tahunan (windu) dan seterusnya. Selengkapnya dapat anda lihat di sini. Dari situs tersebut saya tuliskan beberapa yang sering kita gunakan sehari-hari :

Pancawara / Pasaran
Siklus pasaran adalah 5 harian :
1. Kliwon (Kasih)
2. Legi (Manis)
3. Pahing (Jenar)
4. Pon (Palguna)
5. Wage (Kresna/Langking)

Saptawara / Padinan
Siklus harian ini sama seperti yang akrab kita gunakan, yaitu 7 harian :
1. Minggu (Radite)
2. Senin/Senen (Soma)
3. Selasa (Anggara)
4. Rabu/Rebo (Budha)
5. Kamis/Kemis (Respati)
6. Jumat/Jemuwah (Sukra)
7. Sabtu/Setu (Tumpak/Saniscara)

Wuku
Siklus wuku adalah 210 harian, dimana terdapat 30 wuku dan terdapat 7 hari setiap wuku-nya. Berdasarkan sumber wikipedia, nama-nama wuku ini didasarkan pada sebuah cerita kuno Prabu Watugunung (buat anda yang ingin tahu lebih lanjut, mungkin saya sarankan agar dapat membaca buku Bilangan Fu karya Ayu Utami, meskipun ini buku novel bersifat psikologis namun banyak sejarah dan relevansi aplikatif yang dapat membantu kita memahami sistem-sistem ini, termasuk beberapa referensi mengenai kisah Watugunung) yang memiliki istri Sinta dan 28 putra sebagai nama Wuku-nya :
01. Sinta (lambang : Bathara Yama)
02. Landhep (lambang : Bathara Mahadewa)
03. Wukir [Bali:Ukir](lambang : Bathara Mahayakti)
04. Kurantil [Bali:Kulantir](lambang : Bathara Langsur)
05. Tolu [Bali:Tulu](lambang : Bathara Bayu)
06. Gumbreg (lambang : Bathara Candra)
07. Warigalit/Wariga Alit [Bali:Wariga](lambang : Bathara Asmara)
08. Warigagung/Wariga Agung [Bali:Warigadian](lambang : Bathara Maharesi)
09. Julungwangi/Julangwangi (lambang : Bathara Sambu)
10. Sungsang (lambang : Bathara Gana Ganesa)
11. Galungan [Bali:Dungulan](lambang : Bathara Kamajaya)
12. Kuningan (lambang : Bathara Indra) *pada wuku ini, hari raya Kuningan jatuh pada Sabtu Kliwon
13. Langkir (lambang : Bathara Kala)
14. Mandhasiya [Bali:Medangsiya](lambang : Bathara Brahma)
15. Julungpujud [Bali:Pujut](lambang : Bathara Guritna)
16. Pahang (lambang : Bathara Tantra)
17. Kuruwelut [Bali:Krulut](lambang : Bathara Wisnu)
18. Marakeh [Bali:Merakih](lambang : Bathara Suranggana)
19. Tambir (lambang : Bathara Siwa)
20. Medhangkungan (lambang : Bathara Basuki)
21. Maktal (lambang : Bathara Sakri)
22. Wuye [Bali:Uye](lambang : Bathara Kowera)
23. Manahil [Bali:Menail](lambang : Bathara Citragotra)
24. Prangbakat (lambang : Bathara Bisma)
25. Bala (lambang : Bathara Durga)
26. Wugu [Bali:Ugu](lambang : Bathara Singajanma)
27. Wayang (lambang : Bathara Sri)
28. Kulawu [Bali:Kelawu](lambang : Bathara Sadana)
29. Dhukut (lambang : Bathara Sakri) *pada wuku ini, hari Anggara Kasih/Selasa Kliwon dianggap sakral
30. Watugunung (lambang : Bathara Anantaboga ) *pada wuku ini, jatuh hari Sukra Kasih/Jumat Kliwon yang dianggap sakral dan hari Saraswati yang dianggap suci

Sasi
Siklu sasi adalah siklus bulanan berdasarkan kalender bulan :
1. Sura (30 hari)
2. Sapar (29 hari)
3. Mulud (30 hari)
4. Bakdamulud (29 hari)
5. Jumadilawal (30 hari)
6. Jumailakhir (29 hari)
7. Rejeb (30 hari)
8. Ruwah (29 hari)
9. Pasa (30 hari)
10. Sawal (29 hari)
11. Dulkangidah (30 hari)
12. Besar (29 hari)

Pranata Mangsa
Siklus ini adalah siklus bulanan berdasarkan matahari yang digunakan petani jaman dulu sebagai patokan untuk bercocok tanam, yang disesuaikan oleh Paku Buwana VII dengan tarikh Gregorian. (mengenai Pranatamangsa ini, bahkan dijadikan bahan dalam buku Arswendo Atmowiloto berjudul Senopati Pamungkas, sebagai dasar jurus-jurus Upasara Wulung)
1. Kasa (23 Juni – 2 Agustus)
2. Karo (3 Agustus – 25 Agustus)
3. Katelu (26 Agustus – 18 September)
4. Kapat (19 September – 13 Oktober)
5. Kalima (14 Oktober – 9 November)
6. Kanem (10 November – 22 Desember)
7. Kapitu (23 Desember – 3 Februari)
8. Kawolu (4 Februari – 1 Maret)
9. Kasanga (2 Maret – 26 Maret)
10. Kadasa (27 Maret – 19 April)
11. Hapit Lemah (20 April – 12 Mei) *pada penanggalan Hindu, bernama Dhesta diambil dari bahasa Sansekerta “jyes.t.ha”
12. Hapit Kayu (13 Mei – 22 Juni) *pada penanggalan Hindu, bernama Sadha diambil dari bahasa Sansekerta âs.âd.ha

Tahun Jawa
Siklus tahun Jawa berulang setiap Windu (8 tahun) :
1. Alip (354 hari – Sura jatuh pada Selasa Pon)
2. Ehe (355 hari – Sura jatuh pada Sabtu Pahing)
3. Jimawal (354 hari – Sura jatuh pada Kamis Pahing)
4. Je (354 hari – Sura jatuh pada Senen Legi)
5. Dal (355 hari – Sura jatuh pada Jumat Kliwon)
6. Be (354 hari – Sura jatuh pada Rabu Kliwon)
7. Wawu (354 hari – Sura jatuh pada Ahad Wage)
8. Jimakir (355 hari – Sura jatuh pada Kamis Pon)

sumber lain : Wikipedia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s