Budayawan (#ngomyang)

Sesungguhnya semua orang adalah budayawan, karena semua orang adalah berbudaya, memiliki dan melakukan budaya sepanjang hidupnya, entah budaya kerja, budaya bermasyarakat dan budaya-budaya yang lainnya.
Sesungguhnya manusia juga adalah agamawan, karena semuanya memiliki agama dan kepercayaan dalam hidupnya.
Lalu manusia juga adalah wartawan, karena mereka melihat dan mengalami berita untuk kemudian diceritakan kepada orang lain, mewartakannya.
Pastinya semua orang adalah negarawan, karena setiap orang memiliki negara dan pasti menyadari bahwa ia adalah bagian dari negara itu.
Juga mereka adalah biduan, menyuarakan setiap pikiran dan hatinya kepada orang lain dengan nada dan suara yang berbeda di kata-katanya.
Bukankah mereka juga wan-wan yang lainnya: bangsawan, hartawan, musisiwan, karyawan, rumahtanggawan, dll.
Lalu kemanakah wati? Lho, bukankah sebenarnya gender itu hanya akal-akalan untuk membedakan manusia. ‘wan’ sama halnya ‘man’ diartikan sebagai orang/manusia, hakikatnya sama saja kan. Kita saja yang membedakan wanita dengan diberikan wati, padahal wanita juga mengandung ‘wan’.
Demikianlah semua status melekat ke setiap manusia, dan sama saja semua memiliki status yang sama.

Opo yo pancen ngono?
Ngono yo ngono, ning yo ojo ngono.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s