Dolan ke Tegal

9 Maret 2013
Saya njagong ke nikahan teman sekelas waktu kuliah dengan pacarnya sewaktu di kampus (yang kemudian sempat putus, sekarang menjadi teman saya sekantor, dan kemudian pernah minta bantuan saya untuk dekat lagi dengan teman sekelas saya tersebut). Resepsi diadakan di Tegal, tempat sang mempelai wanita, ya teman saya sekelas itu.
Berangkat dari Jakarta 7.30am dengan kereta Eko AC – Menoreh. Ya, mungkin memang kualitas layanan penjualan tiket maupun pengaturan gerbong di PT Kereta APi perlu ditingkatkan lagi. Saya membeli tiket via online di tiket.com & mendapat tempat duduk di gerbong 5 seat 1C-1D (karena memang bersama teman saya 1 lagi). Dan ternyata di gerbong 5 tidak ada kursi tersebut, karena sepertinya interior gerbong untuk 1C,1D,2C,2D digunakan untuk space toilet. Bingunglah kami mencari tempat duduk, dan bertanya pada petugas pun tidak membuahkan hasil. Kami disuruh untuk mencari tempat duduk yang kosong saja nanti. Teringatlah kami saat naik kereta dari Bandung saat liburan Idul Adha menggunakan kereta Ekonomi Kahuripan dan harus berdiri berdesakan di pintu selama berjam-jam. Akhirnya setelah kereta berjalan kami mencari tempat duduk yang kosong dan beruntung dapat di gerbong 3 di nomor kursi yang sama (sepertinya gerbong 3 & gerbong 5 memang ditukar).
Sampai di Tegal pukul 12siang, dan kemudian membecak dari Stasiun ke gedung resepsi dengan ongkos 15ribu saja.
Selesai resepsi sekitar pukul 1.30pm. Karena kereta pulang ke Jakarta masih jam 4pm, kami putuskan untuk main-main ke sekitar Tegal.
Lokasi tempat resepsi dekat dengan salah satu tempat wisata di Tegal, yaitu Pantai Alam Indah (atau orang sekitar menyebutnya PAI / Pa’I). Setelah menyegat becak & sepakat 10ribu sampai tempat tujuan. Namun karena tidak tahu kondisi sekitar, kami iya-iya saja saat diantar ke Dok. Sesampainya di Dok, ternyata cuma tempat kapal singgah & berlabuh sampai tempat reparasi kapal-kapal besar. Kami minta untuk diantar ke PAI saja (dengan tambahan 5ribu lagi 😦 )

Pantai ini lumayan panas & sepi di siang hari, tapi melihat banyaknya warung dan kursi-kursi sepanjang pantai nampaknya tempat ini sangat ramai di malam hari. Sayangnya kami hanya punya waktu untuk kesitu di saat terik. Dari bibir pantai sampai beberapa mil ke tengah laut, air agak kecoklatan. Terlihat dari batas coklat-biru jauh dari pandangan. Dari sini juga terlihat di sebelah barat kapal-kapal besar yang sarat muatan berlabuh (inilah tempat yang orang sekitar menyebutnya Dok tadi). Angin cukup kencang (ya, secara di pantai) walaupun menghadap ke Pantai Utara Jawa. Cukup menyenangkan & menenangkan, sejenak melupakan aktivitas sehari-hari di ibukota. Tampak banyak anak-anak sekolah yang masih dengan seragamnya bermain-main air di pantai, ada yang sibuk memancing, ada yan ketiduran menunggui warungnya.
Setelah cukup puas menikmati angin & pemandangan, cobalah kami memesan kelapa muda untuk menyegarkan dahaga dengan suasana pantai. Setelah dirasa sudah kenyang dan langit selatan sudah menampakkan gelap dan mendungnya, kami membecak lagi sampai ke Stasiun (dengan 15ribu juga – nampaknya becak di Tegal jauh/dekat 15ribu 😀 )

Pukul 4pm lebih, kereta Cirebon Ekspres meninggalkan Tegal. Terlihat hujan di luar sesaat setelah meninggalkan kota itu. Yang menarik dari kereta ini, walaupun kelas Bisnis tapi sudah dipasang AC, dibandingkan dengan kereta bisnis lainnya yang pernah saya naiki masih menggunakan kipas angin (Lodaya, Senja Utama, etc). Sampai di Jakarta pukul 9pm.

Beberapa Foto yang sempat diambil :

Terlihat dari PAI kapal – kapal yang berlabuh di Dok
Kapal Dok dari PAI

Langit yang cerah, dengan air yang kecoklatan tidak menyurutkan niat anak-anak bermain di pantai
Langit yang cerah

Kapal-kapal besar dan buih ombak di pantai
Kapal & Buih

di PAI, terdapat semacam dermaga yang memanjang menjorok ke laut, disini banyak orang memancing sampai ke ujung & sepertinya tak jarang digunakan orang bermesraan di malam hari
Dermaga

Angin menyapu ombak menimbulkan efek gelombang dengan buih-buih putihnya
angin menyapu ombak

Banyak warung dan pengujung, dan semakin ramai di sore sampai malam hari
kegiatan di pantai

Degan/kelapa muda yang segar di siang hari
Degan

Kereta Cirebon Express (Cireks) yang bersiap berangkat dari Tegal
menunggu kereta

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s