Babad Wanamarta (Alas Wisamarta) – WO Bharata 26 Jan ’13

Sesuai janji sebelumnya, untuk terus mengikuti serial Bharatayuda di WO Bharata, kami berlima menonton pertunjukan Wayang Orang tanggal 26 Januari dengan lakon : Babad Wanamarta

babad

Setelah membeli tiket di kelas 1, seharga Rp 50000 satunya, kami masuk dan menikmati gendhing-gending pembuka
FYI, harga tiket saat tulisan ini dibuat :
VIP – RP 60.000,-
Kelas 1 – Rp 50.000,-
Balkon – Rp 40.000,-

Lumayan lah, dibandingkan dengan harga tiket biskop saat weekened (rata-rata Rp 50.000), di Wayang Orang kita dapat hiburan lengkap (drama, komedi, musik, dan durasi sekitar 3 jam).

buka

Tablo dimulai dengan tari Gambyong Pareanom oleh para penari yang cantik dan luwes

gamb

Babak 1 dibuka dengan pisowanan agung oleh Prabu Dhestarastra dan para putranya. Dikisahkan bahwa sang Prabu berkehendak untuk membagi wilayah Astina menjadi 2 : untuk para Pandawa dan Kurawa. Meskipun banyak pihak Kurawa yang berkeberatan, tapi sang Prabu tetap berkehendak demikian.
Maka dipanggillah para Pandawa dan diberikanlah wilayah Hutan Wisamarta (yang terkenal angker dan wingit) kepada para Pandawa untuk kemudian diolah dan dibangun sendiri. Pandawa pun menyanggupi-nya, segera mohon pamit dan menemui ibunya, Kunthi.
Mengetahui bahwa Alas Wisamarta yang harus diolah oleh Pandawa, sang Kunthi tentu keberatan mempertimbangkan kesangaran keadaan hutan. Namun karena ketegaran hatinya, Bratasena segera tandang gawe berangkat untuk mengerjakan Babad Alas tersebut. Permadi diutus sang ibu untuk menjemput Semar Badranaya di Karangkedempel untuk segera menyusul sang kakak, sedangkan Kunthi beserta para putranya (Dwijakangka, Pinten dan Tangsen) segera menyusul sang Bungkus ke Wanamarta.
Di Karangkedempel, para Punakawan sedang bersukaria menghibur diri (dan para penonton) dengan tembang-tembangnya. Yang menarik di babak ini, adalah sang pemeran Semar yang profesional (barangkali yang dari Surakarta)

pnkw

Datanglah Permadi untuk menjemput mereka dan segeralah berangkat ke Wanamarta. Di tengah perjalanan, Permadi dihadang oleh Begawan Wilwuk yang kemudian menculik sang Permadi untuk dijadikan suami bagi anaknya, Mambang. Di babak ini lah, banyak tingkah Begawan Wilawuk yang diperankan oleh mas Kenthus , yang bernama asli Teguh Ampiranto, yang bercanda dengan para Punakawan (Nala Gareng yang diperankan oleh mertua mas Kenthus sendiri, Petruk Kanthong Bolong yang diperankan pak Kies Slamet, dan Bagong yang tak kalah mengocok perut). Singkat cerita Permadi menyetujui pernikahannya dengan Mambang dan diberikan pusaka oleh Begawan Wilwuk untuk melanjutkan kewajibannya kembali.

Di Hutan Wisamarta yang wingit, para jim setan tampak bersukaria sampai kemudian datang Sang Bratasena yang sedang membabat alas. Karena memang Bratasena tidak dapat melihat bangsa jim, maka dibukalah mata penglihatannya oleh sang pimpinan Jim. Pertarungan hebat pun terjadi, namun para jim setan merangket Bratasena dengan Jala Sutra Emas sampai tidak berdaya. Para Pandawa (Kunthi, Dwijakangka, Permadi, Pinten, dan Tangsen) yang kemudian menyusul mencari-cari saudaranya, Bratasena. Permadi teringat dengan tirta pusaka dari Begawan Wilwuk yang dibawanya, maka diusapkannyalah ke penglihatan saudara-saudaranya, sampai kemudian mereka melihat Bratasena yang dirangket oleh para jim.

Dengan pusakanya juga, Permadi melepas panah sampai terbebaslah Bratasena dari jeratan tersebut. Kunthi pun memerintahkan anaknya untuk beristirahat dan melanjutkan babat alas keesokan harinya. Bratasena yang tengah beristirahat dibangunkan oleh seorang putri buta yang rupanya menakutkan ditemani oleh buta lainnya yang tidak kalah serammnya. Melihat tingkah laku sang putri buta, yang tak lain adalah Arimbi adik Arimba pemimpim Pringgondani, yang kasmaran dan merayu-rayu sang Bungkus, Bratasena merasa jijik menghindar dan lari kemudian. Arimbi yang merasa sedih dihampiri oleh Sang Kunthi. Setelah menceritakan mengenai rasa cintanya kepata Bratasena, Kunthi pun membantu Arimbi untuk mengambil hati anaknya, diriasnya Arimbi sampai menjadi cantik.

Setelah menyusul anaknya yang lari, bertanyalah Kuthi kepada Bratasena. Bratasena yang tadinya merasa jijik dengan Arimbi, setelah melihat parasnya yang cantik merasa jatuh cinta dan menerima Arimbi sebagai istrinya. Tiba – tiba datanglah Arimba, kakak Arimbi & Kalabendana, yang tidak menyetujui percintaan adiknya dengan Bratasena karena merasa tidak terima dengan terbununya ayahnya, Prabu Trembaka, oleh Pandudewanata. Terjadilah pertarungan Bratasena dan Arimba yang mengakibatkan matinya Arimba terkena kuku Pancanaka. Arimbi dan Kalabendana yang sedih atas kematian kakaknya diutus oleh Kunthi untuk kembali ke Pringgondani menyelesaikan urusan perkabungan, sementara Bratasena akan menyusul setelah menyelesaikan kewajiban babad alas Wisamarta.

Tersebutlah istana Cintakapura di dalam alas Wisamarta yang merupakan kerajaan jim. Sang Raja Prabu Yudhistira tampak dalam pisowanan agung dengan para saudaranya: jim Wrekudara (Dandunwacana), jim Kumbangaliali, sang kembar jim Nakula & jim Sadewa. Tiba – tiba datanglah para Pandawa yang sedang babad alas ke dalam kerajaan mereka. Setelah pertarungan sengit, maka satu per satu para jim penghuni kerjaan Cintakapura manjing ke tubuh para Pandawa. Prabu Yudhistira ke tubuh Dwijakangka, Dandunwacana ke tubuh Bratasena, Kumbangaliali ke tubuh permadi, Nakula ke tubuh Pinten, dan Sadewa ke tubuh Tangsen. Kerajaan Cintakaputa di tengah Wanamarta tidak dirusak oleh para Pandawa, dan justru dijadikan istana oleh mereka dan diberi nama kerajaan Amarta.

Tutup layar.

Lakon ini disebut pula “Pandawa Kembar”, karena adanya para jim dengan karakteristik yang sama dengan Pandawa di dalam kerajaan di Wanamarta. Durasi malam kemarin cukup lama, pukul 01:00 kurang pertunjukan ini baru selesai.
Mari kita nantikan kelanjutan serial Bharatayuda di WO Bharata …..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s