Tansah Bungah

Jumat, 4 Maret 2011

Bangun di pagi hari dengan terkantuk-kantuk dan genjreng-genjreng memeluk gitar sambil menghilangkan kantuk (setelah buang air terlebih dahulu tentunya πŸ˜€ )
Sambil mengameni mas Adri yang sedang sarapan, di-request-lah sebuah lagu berjudul Tansah Bingah. Special to memorize his father (RIP).
Sambil grayang-grayang grip-grip senar gitar, mulailah kumainkan lagu tersebut :

Tyas kita dimen slamanya
Bungah asukarena
Dene Sang Rama aneng swarga
Nganggep putra mring kita
Reff :
Mara tansah abebungah
Saben dina antuk trang
Dalane urip endah apadhang
Mara tansah den girang

Karena seingetnya cuma sebait itu, ya cukup dinyanyikan berulang-ulang. Yang penting cukup mengingatkan kita untuk selalu bersuka cita di dalam kasih Tuhan

Gusti tansah mberkahi . . .
^_^

4 thoughts on “Tansah Bungah”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s