Curhat Seorang Pengangguran

Banyak yang bilang bahwa lulus kuliah adalah kata lain dari pengangguran. Yah, memang ga bisa dipungkiri bahwa setelah lepas dari beban TA dan sidang, kembali seorang mantan mahasisawa dibebani lagi dengan yang namanya pekerjaan. Kalo dulu selalu ditanyai kapan sidang, di masa seperti ini pasti ditanyai sudah kerja dimana (dan nanti kalo sudah kerja, ditanyain kapan nikah, kapan punya anak, punya cucu, dan seterusnya) (Sedikit banyak menggambarkan bagaimana keadaan manusia yang tidak pernah puas akan keadaan yang dialaminya, sampai lupa untuk meluangkan waktu sejenak untuk bersyukur pada Sang Pencipta Hidup)

Dan memang seperti itulah yang aku rasakan. Ketika satu per satu kawan-kawan seperjuangan merekahkan senyum setelah mendapatkan panggilan dari pemilik pekerjaan, dan aku pun masih menunggu. Yah, paling tidak aku sedikit memiliki waktu untuk merenung dan berpikir sejenak sebelum akhirnya nanti masuk ke dalam dunia pekerjaan yang penuh dengan tantangan (dan pastinya tekanan yang lebih besar daripada menjadi seorang mahasiswa)

Sedikit merenung di petang hari, terciptalah sajak dan lirik yang diiringi alunan gitar (mungkin nantinya akan dimainkan oleh GSB, tentang apa itu GSB akan diceritakan di kemudian hari 😀 ).  Demikian lah syairnya :

lumrahe manungsa urip ing alam donya
ora bakal luput saka ing kasusahan
kayadene aku ngadhepi karuwetan
nganti aku mikir apa gunane urip

sanadyan urip adoh wong tuwa
sanadyan ra nduwe kanca bala
nanging aku tetep tansah pracaya yekti
marang Gusti kang murbeng dumadi

mung tansah pracaya pasrah sumarah marang kersane Gusti
lan aku pracaya Gusti bakal paring kang paling apik tumrap uripku

reff :
aku urip tanpa guna yen aku ra perduli wong liya
aku diwasa tanpa guna yen nglalekne jasane wong tuwa
aku makarya tanpa guna yen amung mentingake bandha
aku tilar donya tanpa guna yen ora ngandel marang sing Kwasa

rina wengi aku mikir sejatining urip
lair cilik diwasa nganti tekane pati
panguripan kawruh jodho lan panggawean
aku percaya ana ing astane Gusti

Dan coret-coretan yang diberi judul Dalan Urip (Jalan Hidup) itu yang sedikit menguatkan dan meyakinkan aku bagaimana kita menjalani hidup. Terima kasih buat bapak ibu di sana, teman dan sahabat yang selalu memberi dukungan dan kekuatan di saat semplah seperti ini pun, dan tentu di atas segalanya bagi Tuhan Sang Empunya Hidup.

1 thought on “Curhat Seorang Pengangguran”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s