JAGAD X CODE

Sebuah film yang baru dirilis 5 Februari kemaren dan sudah ku tonton tanggal 6 kemaren.
rencana sih mau nonton tanggal 5 pas premiernya, tapi sampai di studio BIP sudah jam 22 lebih dan sudah ditutuplah studionya maka diundurlah menjadi tanggal 6
buat kita yang baru denger judul pilm-nya, pasti bacanya ‘Jagad eks kod’, sayang sekali anda salah besar. mulanya aku bacanya juga begitu, tapi setelah berdebat dengan temen dan dibuktikanlah di dalam studio

pilm Jagad X Code dibintangi oleh Ringgo Agus Rahman (Jagad), Mario Irwiensyah (Bayu), dan Opie Bahtiar (Gareng), menceritakan tentang para pemuda Jogja yang merupakan sahabat dekat, tinggal di daerah Code (jangan dibaca ‘kod’, biasa aja ‘Code’), tapi pengangguran. Tapi, suatu ketika mereka bertemu dengan preman bernama Semsar dan dijanjikan uang 30 juta asal bisa mencuri flashdisk dari seorang wanita, padahal tidak ada seorang pun dari mereka tau apa itu flashdisk

maka kekonyolan – kekonyolan pun dimulai, mulai dari makan di warung padang Butet Kertaradjasa, mencuri tas milik Febi Febiola, adanya tukang cukur Didi Nini Towok, mencuri hape milik Desta Club80s, dan seterusnya. film yang berlatar di Jogja (jalan malioboro, pinggiran kali Code, pasar Beringharjo, dll) ini memang mengocok perut, tapi memang banyak menggunakan bahasa Jawa sampe – sampe ada saat cuma aku dan temen2 sederet bangkuku yang notebene orang Jawa yang ketawa sementara penonton yang lain diem aja (kasian yang ga ngerti :)) ). para penduduk di pinggiran kali Code pun sudah cukup menambah kekocakan film ini, seperti munculnya Marwoto (walaupun agak vulgar), Djaduk Ferianto sebagai pak RT, dan Yati Pesek sebagai pemilik warung HIK ( ralat : angkringan ; HIK adanya cuma di Solo πŸ˜› )

namun sepeti film komedi kebanyakan, film ini juga dibumbui dengan drama sehingga intensitas tertawa mulai menurun ketika flashdisk (atau barang yang dikira flashdisk πŸ˜€ ) yang telah didapat jatuh ke tangan Regina dan kemudian Regina minggat dari rumah. dari situ cerita udah mulai serius dan hanya sesekali tertawa sampai film berakhir

secara keseluruhan film ini cukup menghibur, tapi sayangnya ada beberapa alur dan detil yang kurang bisa dinalar padahal jika detil ini dikembangkan sesuai kenyataan, bisa menjadi jauh lebih kocak lagi seperti ketika tiga lakon kita beserta Regina yang mencuri di rumah Regina tanpa ketahuan sama sekali … juga ketika beberapa adegan Ringgo kehilangan logat Jawa-nya (walaupun memang Jawa-nya belum sempurna πŸ˜€ ) saat menghibur Regina ….

beberapa hal yang menjadi nilai plus buat saya adalah ketika Jagad menceritakan asal – usul rumah – rumah di pinggiran kali Code yang unik. ya, itu berkat jasa seorang Romo (pemuka agama Katholik) bernama Y.B. Mangunwijaya (atau lebih dikenal dengan sebutan Romo Mangun) yang menjadikan daerah tersebut bersih, rapi, dan membangun rumah – rumah di situ dengan corak yang unik. Selain itu adanya adegan dimana seorang warga nembang Jawa di pos ronda, benar – benar sesuatu yang sangat jarang (di Solo sekalipun), menunjukkan bahwa di tengah era globalisasi seperti itu (udah ditemukannya Flashdisk πŸ˜€ ) kebudayaan masih tetap dilestarikan (semoga ini gak cuma di film aja)

satu hal lagi yang bikin saya excited adalah soundtrack dari film ini, simfoni indah dari OK (Orkes Keroncong) Sinten Remen pimpinan Djaduk Ferianto. bener – bener menyiratkan kalau musik keroncong ga hanya bisa dinikmati dengan nglaras tapi juga bisa dijadikan soundtrack sebuah film. kocokan cak & cuk, petikan cello & gitar, dengan melodi gitar listrik mampu membangkitkan berbagai situasi, mulai dari situasi jenaka, tegang, sampai adegan action (kejar-kejaran). Salute buat Keroncong …. !!!! :D:D Two Thumbs Up buat Sinten Remen (sampai sekarang belum kesampaian nonton langsung, padahal udah rencana berulang kalo ke Jogja)
juga musik etnik khas Sinten Remen yang menggunakan media seadanya (botol, drum, dll) ditampilkan secara langsung dalam satu scene.

so, overall saya ngasih nilai 75 skala 100 untuk film ini
(penilaian bersifat subjektif dan berbeda untuk setiap individu πŸ˜€ )

jadi buat yang belum nonton film ini, saya ingatkan bahwa judul film ini bukan ‘Jagad eks kod’ tapi ‘Jagad Kali Code’
^___^

*karena banyak yang men-search soundtrack film ini dan nyasar ke blog saya, berikut link download lagunya (dimainkan oleh sinten remen)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s